Tenavora Unified Platform
Lompat ke konten
Tim Tenavora 3 menit baca

Selisih Stok Terus? Ini Penyebabnya dan Cara Menekannya

Stok fisik nggak pernah cocok sama catatan? Bedah penyebab selisih stok — salah input, susut, sampai pencurian — dan langkah konkret untuk menekannya.

“Kok di sistem masih ada 12, di rak cuma 9?” Kalimat ini terdengar di hampir semua toko di Indonesia, dari minimarket di Makassar sampai toko bangunan di Bandung. Selisih tiga biji kedengarannya sepele. Tapi kalau selisih tiga biji itu terjadi di ratusan SKU setiap bulan, angkanya bisa jutaan rupiah — hilang tanpa suara, tanpa struk, tanpa jejak.

Kabar baiknya: selisih stok hampir selalu punya pola. Dan pola bisa dilacak.

Empat pintu masuk selisih

Sebelum buru-buru curiga ke karyawan, pahami dulu dari mana saja selisih bisa masuk. Pengalaman kami, urutannya kurang lebih begini.

Salah input adalah penyebab paling umum sekaligus paling tidak dicurigai. Barang datang 24, dicatat 42. Penjualan grosir 1 dus dientri sebagai 1 pcs. Retur pelanggan diterima fisiknya tapi lupa dicatat. Satu barang punya dua kode karena dientri dua kali dengan nama beda. Tidak ada niat jahat sama sekali — tapi akumulasinya bisa lebih besar dari pencurian.

Susut alami menempati urutan kedua. Barang pecah saat dipajang, makanan kedaluwarsa dibuang tanpa pencatatan, beras yang tercecer saat dikemas ulang, bahan yang menguap atau menyusut. Susut itu normal — yang tidak normal adalah susut yang tidak pernah dicatat, karena akhirnya menyamar jadi “selisih misterius”.

Barang keluar tanpa transaksi. Ini area sensitif: barang dipakai sendiri oleh pemilik (“ambil dulu satu, nanti dicatat” — lalu lupa), sampel yang diberikan ke pelanggan, sampai pencurian oleh pengunjung maupun orang dalam. Pencurian internal biasanya kecil tapi rutin, dan justru itu yang membuatnya sulit terlihat di opname tahunan.

Terakhir, masalah proses penerimaan. Supplier kirim kurang tapi surat jalan ditandatangani tanpa dihitung ulang. Ini selisih yang lahir bahkan sebelum barang masuk rak.

Lacak polanya, jangan tebak orangnya

Selisih baru bisa ditekan kalau ketahuan polanya, dan pola baru kelihatan kalau penghitungan dilakukan sering. Toko yang hanya opname setahun sekali tidak akan pernah tahu apakah selisihnya karena kejadian Januari atau November. Karena itu langkah pertama selalu sama: perpendek jarak antar hitungan lewat stok opname bergilir alias cycle counting.

Setelah data selisih terkumpul beberapa putaran, ajukan tiga pertanyaan:

  • Item apa yang paling sering selisih? Kalau selalu barang kecil bernilai tinggi (rokok, kosmetik, sparepart), arah penyelidikannya beda dengan kalau yang selisih adalah bahan curah.
  • Selisihnya searah atau bolak-balik? Selisih yang kadang plus kadang minus biasanya salah input. Selisih yang selalu minus, apalagi di item yang sama, patut dicurigai barang keluar tanpa transaksi.
  • Kapan selisih mulai muncul? Cocokkan dengan perubahan: karyawan baru, supplier baru, jam operasional berubah, promo ramai.

Satu pemilik apotek pernah cerita: selisih obat batuk anak selalu muncul tiap akhir pekan. Ternyata bukan dicuri — kasir akhir pekan adalah karyawan paruh waktu yang belum tahu bahwa varian sirup 60 ml dan 100 ml kodenya berbeda. Dia scan yang mana saja yang ketemu duluan. Masalah lima menit pelatihan, bukan masalah polisi.

Untuk salah input, kuncinya mengurangi pekerjaan manual. Scan barcode di kasir dan di penerimaan barang, bukan ketik kode. Satu barang satu SKU — bersihkan duplikat. Penerimaan barang wajib dihitung fisik sebelum surat jalan ditandatangani, dan selisih dengan PO langsung dicatat saat itu juga, bukan “nanti”.

Untuk susut, sediakan jalurnya. Buat kategori penyesuaian yang jelas di sistem: pecah, kedaluwarsa, dipakai internal, sampel. Karyawan harus tahu bahwa mencatat barang pecah itu bukan aib — yang aib adalah tidak mencatatnya. Begitu susut tercatat rapi, angkanya bisa dianggarkan dan sisanya baru layak disebut selisih sungguhan.

Untuk barang keluar tanpa transaksi, andalkan sistem dan tata letak, bukan kecurigaan. Barang kecil bernilai tinggi taruh dekat kasir atau di etalase terkunci. Setiap penyesuaian stok di sistem harus tercatat siapa dan kapan — jejak audit ini sendirian sudah efek jera yang lumayan. Di Tenavora, setiap mutasi stok (penjualan, penerimaan, penyesuaian, transfer) tercatat dengan user dan waktunya, jadi pertanyaan “angka ini berubah kapan dan oleh siapa” selalu ada jawabannya.

Dan untuk penerimaan, biasakan pakai purchase order resmi supaya ada angka pembanding sebelum barang datang — soal ini kami tulis panjang di artikel mulai pakai PO ke supplier.

Target yang masuk akal

Selisih nol itu mitos. Ritel besar dunia saja hidup dengan shrinkage sekitar 1–2% dari omzet. Yang realistis untuk toko kecil: tekan selisih tak terjelaskan ke bawah 0,5% dari nilai penjualan, dan pastikan sisanya adalah susut yang tercatat dan bisa dijelaskan.

Mulailah dari mencatat, bukan dari menuduh. Sembilan dari sepuluh kasus selisih yang kami lihat selesai di perbaikan proses — dan proses yang baik sekaligus membuat kasus kesepuluh, yang benar-benar pencurian, jadi mustahil disembunyikan.